11 Orang Terkaya Dunia Ini Ungkap Rahasia Suksesnya Dalam Membangun Bisnis

Larry Page, Pendiri Google

Figur penting dunia, pengusaha atau pebisnis yang sudah meraih sukses umumnya mempunyai daftar prinsip hidup yang dapat dijadikan kata-kata motivasi.

Banyak metode yang bisa ditempuh dalam mendukung kita untuk gigih menjalankan berbagai hal. Cara yang kerap dilakukan adalah dengan membaca quote kalimat semangat dari beberapa orang hebat dunia maupun pebisnis yang telah meraih kesuksesan.

Quote mereka memiliki arti. Pasalnya, untuk meraih atau menempuh keberhasilan, mereka mengalami bermacam jalur dan cara yang tidak sama. Dari asam garam kehidupan itu, mereka membawa energi baik bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.

Mulai dari Lary Page pendiri Google, sampai Michal Dell (Pemilik perusahaan komputer Dell), berikut sebagian kutipan atau ungkapan motivasi yang setidaknya memotivasi kita mendapatkan energi baru dalam membangun bisnis:

1. Larry Page, Pendiri Google

Larry Page, Pendiri Google
qz.com

“Kalau Anda sedang mengubah dunia, Anda bekerja untuk profesi yang penting. Anda merasa amat bergembira bangun di pagi hari”

Google sudah diketahui sebagai salah satu raksasa dunia maya di dunia. Kata-kata dari Larry Page ini mendorong kita supaya bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri sebelum menjalankan aktivitas sepanjang hari. Ketika-hal yang menyebabkan kita motivasi selalu bersumber dari diri sendiri.

Namun kita melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, maka tiap pagi akan dilewati dengan perasaan yang semangat dan dalam kebaikan. Setidaknya motivasi ini memang betul-betul diterapkan Larry Page. Menjadi pembuktian, dalam perkembangannya, bisnis Google selalu menemukan hal-hal baru untuk berinovasi serta memberikan banyak imbas bagi segala orang di dunia.

2. Michael Dell, Yang Menciptakan Perusahaan Teknologi DELL

“Akuilah bahwa akan ada keterpurukan, dan akan ada halangan. Tetapi, Anda akan belajar dari kekeliruan dan kesalahan orang lain, sebab betul-betul sedikit yang bisa dipelajari dari kesuksesan.”

Ungkapan dari pendiri perusahaan komputer Dell ini paling tidak memiliki makna, selama melaksanakan usaha akan senantiasa selalu ada tantangannya sendiri. Ketika yang diperlukan yaitu tiap usaha yang kita usahakan tentunya pernah merasakan kegagalan.

Mengakui kekeliruan sendiri malah tak kalah penting. Tetapi dengan belajar dari kekeliruan, maka kita bisa mencari sistem untuk tidak mengulanginya lagi dan dengan perlahan meraih kesuksesan.

3. Drew Houston, Penemu Dropbox

“Don’t worry about failure, you only have to be right once.”

Pendiri fitur cloud storage (tempat penyimpanan menggunakan komputasi awan), Drew Houston, lewat kalimat sederhananya berkeinginan memberi tahu pesan agar jangan sekali-kali takut juga menyesali keterpurukan. Bila di dalam tiap-tiap kegagalan, tentunya kita akan mendapatkan sebuah jalan dalam menjalankan sesuatu yang ideal.

Oleh karena itu, untuk yang sadar selalu terpuruk, belajarlah dalam memahami apa yang dikerjakan, hingga akhirnya di kala nanti meraih keberhasilan.

4. Steve Jobs, Pencipta Apple

Steve Jobs, Pencipta Apple
linkedin.com

“You can’t connect the dots looking forward, you can only connect them looking backwards.”

Salah seorang yang mempunyai akibat di sektor teknologi yaitu almarhum Steve Jobs. Penemu sekaligus eks CEO Apple yang meninggal pada tahun 2011 tersebut lewat kalimatnya di atas berkeinginan mengungkapkan, kita tidak selalu dapat memprediksi seperti apa yang nantinya terjadi di masa depan. Tapi, yang utama kita pahami yaitu selalu belajar dari masa lalu untuk ke depannya dan menjadi seorang individu yang lebih baik di masa yang akan datang.

Apa yang dinyatakan Steve Jobs ini seperti memberi gambaran mirip apa yang telah dijalankan Google. Pernah jatuh dengan sebagian service yang dihadirkannya, namun Google dengan sesegera mungkin belajar dari kekeliruannnya itu dan membuat inovasi-penemuan kreatif masa depan yang tak pernah terpikirkan.

5. Elon Musk, CEO SpaceX dan pendiri Tesla Motor

“Di sini, gagal adalah alternatif. Jikalau sesuatu tidak gagal, artinya Anda kurang berinovasi.”

Elon Musk seringkali disebut sebagai Tony Starks (karakter pemeran Iron Man) di dunia riil. Namun, kalau berkisah bagaimana memanajemen usaha apa yang diinginkan Elon Musk seolah-olah dikira sinting!
Elon Musk sudah sempat gagal dalam peluncuran roketnya, membuat self-drivingcar dan pelbagai inovasi-penemuan kreatif lainnya. Namun dia tidak menyerah berinovasi, membuat sesuatu yang mampu merubah keadaan dunia.

Sebuah semangat yang tentunya akan mengajak kita untuk senantiasa berkreasi, meskipun selalu terpuruk pada tiap kesempatan. Larry Page, Michael Dell, hingga Steve Jobs malahan tentu pernah memiliki pengalaman yang mirip dan malah mengajarkan kita untuk senantiasa berinovasi.

6. Richard Branson, pemilik Virgin

“Kompleksitas merupakan musuhmu. Mempekerjakan orang bisa membuat hal-hal menjadi rumit, namun menyederhanakan sesuatu itu ialah hal yang susah.”

Dari memulai bisnis majalah, hingga melakukan Virgin Records, yang setelah itu menjadi Virgin Megastores dan membangunnya menjadi Virgin Atlantic Airways bukanlah suatu proses yang mudah untuk ditransformasikan menjadi usaha yang berhasil.

Richard Branson, salah satu orang paling kaya di dunia versi majalah Forbes ini lalui perjuangan bisnis yang tidak singkat. Tetapi juga dengan yang dikerjakan Larry Page bareng Sergei Bryn di kala membatasi kendali Google, atau Michael Dell saat melaksanakan berbagai jenis menjalankan bisnis komputernya.

Menjalankan sebuah bisnis memang tidak mudah dan cenderung rumit dengan bermacam-macam tipe hal, termasuk di kala akan berinovasi dengan hal-hal baru. Tetapi, ketika kita menjalankan sebuah bisnis dan bertemu dengan hal-hal yang rumit, jangan mengarahkannya menjadi lebih kompleks lagi, tapi mencari jalan keluar supaya proses bisnis aktif dengan baik.

7. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook

“Metode pikir tata tertib paling simpel dalam perusahaan adalah seandainya Anda melaksanakan profesi yang lebih mudah dulu, maka Anda sesungguhnya telah membikin banyak proses”

Richard Branson mempunyai cara sendiri saat menjalankan usaha yang penuh dengan hal-hal kompleks. Tapi, Mark Zuckerberg yang sekarang menjadi pemilik Facebook, punya metodenya sendiri yakni menjadikan hal-hal sederhana dalam menjalankan usaha.

Bicara pekerjaan memang tak selamanya selalu berjalan dengan mudah dan layak dengan kesanggupan kita, malahan bisa menjadi lebih sulit. Nah, jika Richard lebih memilih menjadikannya menjadi simpel, karenanya Mark memilih untuk melakukan pekerjaan yang lebih mudah lebih-lebih dahulu.

Metode ini akan membuat kita tidak membuang waktu untuk melakukan profesi yang tak perlu dijalankan. Sehingga pada hasilnya pekerjaan kapabel terpusat dan sasaran yang dicapai dapat berjalan cocok dengan harapan sebuah bisnis.

8. Jack Ma, CEO Alibaba

“Apabila kita adalah satu regu yang bagus dan tahu apa yang ingin kita lakukan, satu orang saja dari kita dapat menumbangkan 10 saingan kita.”

Via atau transformasi bisnis tak dapat diterangkan berdasarkan ego seseorang saja. Larry Page, Steve Jobs, Michael Dell hingga Richard Branson pastinya memiliki rekan terbaik di sekitarnya.

Artinya kerjasama merupakan hal yang penting pada mengerjakan bisnis. Jack Ma, pemilik Alibaba, perusahaan China yang seperti itu menjulang namanya malahan menjalankan hal yang sama.

Dari kata-kata itu, Jack Ma seperti mengajarkan kepada kita bagaimana memeneg sebuah kerjasama menjadi lebih bagus. Partner kerja yang terarah tanpa sepatutnya menjiplak taktik dari kompetitor bisnis sanggup merubah segalanya. Tidak kerjasama, semua pekerjaan bisa menjadi lebih mudah dan nilai serta tujuan dari suatu perusahaan bisa dilaksanakan dengan bagus pula.

9. Howard Schultz, Pemilik Starbucks

“In this ever-changing society, the most powerful brand are built from the heart, the strength of the human spirit, not an ad campaign”

Ungkapan dari Howard di atas membeberkan banyak bisnis yang dilaksanakan sebab cuma memikirkan profit sendiri. Howard menyatakan bahwa bisnis dikerjakan tidak cuma untuk mencari profit, tetapi menjadi jalan keluar dari berbagai macam masalah di masyarakat.

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa bisnis memang selalu bicara keuntungan. Namun, bila tidak mampu menjadi solusi bagi keperluan masyarakat, maka dapat jadi bisnis yang dijalankan pastinya menjadi sia-sia, dan justru akan kian ditinggalkan banyak masyarakat.

10. Bill Gates, Bos Microsoft

Bill Gates, Bos Microsoft
express.co.uk

“Pengguna yang benar-benar tidak senang (atas layanan Anda) ialah sumber pelajaran paling berharga pada bisnis.”

Bill Gates bisa dikatakan sebagai seorang pengusaha di muka bumi yang bisa dibilang sudah ‘terlalu’ berhasil. Dari mengoptimalkan perangkat lunak (software) yang berjalan pada sistem komputer yang dinamakan Microsoft, hingga sekarang perkembangan bisnisnya tetap jaya.

Tidak menanggapi beragam berbagai rintangan, melainkan Bill Gates selalu mempelajari dari pengalaman-pengalaman konsumennya. Dia mengutamakan kepentingan konsumennya daripada keuntungan. Dari ungkapan kata kata cinta terhadap konsumennya yang diucapkan oleh Bill Gates hal yang demikian kita bisa belajar bahwa mendengarkan harapan dan keluhan dari pembeli yakni salah satu unsur penting dalam berbisnis.

Bila menemukan satu atau beberapa konsumen yang tidak berbahagia dengan layanan yang diberi, berarti mesti ada kreativitas atau inovasi segar yang lantas dilakukan. Sehingga pelaksanaan bisnis tetap dapat berjalan, dan bukan tidak mungkin akan mendapatkan pelanggan baru.

11. Jeffrey Bezos, Pendiri Amazon

“Anda tahu, apabila pelayanan Anda tidak memuaskan, pelanggan Anda tak akan memberitahukannya kepada 5 sahabat mereka, tapi terhadap 5.000 teman. Jadi, kita harus mencurahkan semua hal yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah usaha yang penting dan awet, dan seandainya kita tidak melaksanakannya, akan memalukan akhirnya bagi kita.”

Mirip dengan Bill Gates, pendiri Amazon Jeffrey Bezoz, menyatakan bahwasanya apa yang dipikirkan pelanggan yakni hal yang penting dalam sebuah perusahaan. Dari sini kita dapat belajar bahwa pengalaman konsumen adalah sebuah kunci berhasil dalam melaksanakan usaha.

Berawal cuma sekadar mengikuti apa kemauan pelanggan, tetapi membentuk wadah untuk mendengarkan apa yang mereka mau adalah salah satu faktor utama sukses dalam usaha.

Post by: Akmal Bahtiar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *